agen poker online domino poker online
Home » Nasional » TKD Jatim 01 Tanggapi Pernyataan DPD Gerindra Menolak Hasil Pilpres

TKD Jatim 01 Tanggapi Pernyataan DPD Gerindra Menolak Hasil Pilpres

Beliberita.com – DPD Gerindra Jatim memerintahkan saksi tiap kecamatan untuk tidak menandatangani hasil pilpres di Jatim dan menolak hasil pilpres, Mereka menilai ada beberapa kecurangan dari kubu paslon 01 dan menyarankan saksi untuk menulis surat keberatan.

Menanggapi hal itu, Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi-Ma’ruf Amin Jatim menilai sikap Badan Pemenangan Provinsi Jatim (BPP) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tidak mencerminkan seorang yang ksatria.

“Tipe Berdemokrasi haruslah bersikap dewasa, Kalau kita ingin berdemokrasi dan siap untuk berdemokrasi ya harus konsukenlah berdemokrasi, termasuk menerima hasil akhir rekapitulasi suara” ujar Ketua TKD Jatim Machfud Arifin, Jumat(26/4/2019)

Terkait intruksi kubu 02 yang melarang seluruh saksi di tingkat kecamatan untuk tidak menandatangani hasil rekapitulasi pilpres 2019, dan membuat catatan keberatan hasil Pemilu, Machfud tak mau banyak pikiran, Dia mencontohkan pemain sepakbola Cristiano Ronaldo dan Lionel messi, Saat tak berhasil mencetak gol, baik Ronaldo maupun messi tidak pernah memaki wasit,kiper lawan maupun menolak hasil kekalahan timnya.

Menolak Hasil Pilpres atau Pemilu Tidak Akan Berpengaruh Pada Hasil Rekapitulasi KPU

“Silahkan saja menolak tanda tangan hasil rekapitulasi KPU. Enggak akan berpengaruh juga kok. Tapi kita bisa mengambil pelajaran bahwa semestinya konsekuen dalam berdemokrasi. Ronaldo dan Messi itu stiker hebat, tapi mereka juga tidak selalu mencetak gol, Saya belum pernah baca berita bahwa mereka memaki-maki wasit di saat tim nya kalah” tambah Machfud.

Mantan Kapolda Jatim itu menyarankan kubu 02 agar segera melapor ke Bawaslu jika merasa dicurangi. Selain itu, Machfud juga meminta pihak 02 menyertai laporan tersebut dengan data dan bukti yang ada.

“Jadi intinya jangan membangun narasi dicurangi, membangun narasi menang secara nasional. Tapi tidak pernah menunjukkan data, tak pernah buka rekapitulasinya. Langkah-langkah seperti itu malah tidak mendapatkan simpati dari masyarakat” kata Irjen Pol (Purn) Machfud Arifin.

“Saya juga ada baca di detik, BPP Prabowo-Sandi mencurigai Pak Jokowi bertemu kepala daerah. Lho masak presiden enggak boleh ketemu kepada daerah, kan bicara bukan mengenai pemilu tapi tentang pembangunan daerah tersebut. Ini ibaratkan mencurigai bupati mau ketemu camat, camat mau ketemu kepala desa. Ya kalau tidak adanya koordinasi berarti tidak ada pembangunan dong di daerah itu. Kadang-kadang saya kurang paham cara berpikir kubu sebelah tentang menolak hasil pilpres ini,” papar Machud Arifin

Machud menyarankan, langkah terbaik yang bisa dilakukan adalah menunggu hasil perhitungan resmi atau penetapan resmi dari KPU. Dia juga meminta agar kubu 02 tidak bertindak di luar koridor kontitusi.

Sebelumnya, dalam jumpa pers pada Kamis (25/4/2019), BPP Jawa Timur Prabowo-Sandi menuding banyaknya kecurangan yang terjadi. “Karena berdasar data yang didapatkan dan bedasarkan adanya laporan masyarakat terindikasi kecurangan. Terstuktur, sistematis dan masif. Khususnya di daerah Jatim dan kami juga menolak hasil pilpres di daerah Jatim” kata Ketua BPP Jatim Soepriyatno

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*