judi poker bola online Agen Poker, BandarQ, Domino QQ, Bandar Sakong Terpercaya
agen poker online domino poker online
agen poker online agen poker online
Home » Internasional » Suhu Dingin Ekstrem di AS Akibat Pemanasan Global, Benarkah?
Perdebatan tentang perubahan iklim mencuat seiring suhu dingin ekstrem di sebagian kawasan AS.

Suhu Dingin Ekstrem di AS Akibat Pemanasan Global, Benarkah?

Beliberita.com – Sepertiga wilayah Amerika Serikat tengah menghadapi cuaca dingin yang sangat ekstrem. Apakah akibat pemanasan global?

Dilansir dari BBC Indonesia, para ilmuwan pun mengkaji sejauh mana kondisi ini berkaitan dengan perubahan iklim jangka panjang.

Lantas, apa hal ini merupakan akibat pemanasan global seperti yang ditanyakan Presiden AS, Donald Trump?

Itulah yang barangkali ingin diketahui Trump ketika mengunggah pernyataan ke akun Twitter miliknya beberapa hari lalu.

Tidak ada keraguan bahwa kawasan di bagian utara dan tengah AS kini sangat dingin.

Perhatikanlah imbauan Badan Cuaca Nasional AS (NWS). Mereka memperingatkan bahwa temperatur rendah dapat dengan mudah membekukan darah di tulang-tulang Anda.

Jangan keluar rumah, demikian desak NWS. Dan jika Anda memang perlu berpergian, “hindari menarik nafas panjang dan bicara seperlunya.”

Sementara itu, internet dibanjiri foto salju dan es. Foto favorit saya memperlihatkan uap air es di Danau Michigan dan ribuan orang yang tengah melakukan tantangan membekukan air panas (hot water challenge).

Namun bagi saya, foto garpu beku di antara mi yang begitu nyata dan indah adalah yang terbaik.

Lalu apakah serangan suhu dingin ini adalah bukti akibat pemanasan global seperti yang dicuitkan oleh Trump?

Sedihnya, jawaban ‘tidak’, sebagaimana dinyatakan badan pemerintahan AS yang menanggapi cuitan Trump.

“Badai musim dingin tidak membuktikan bahwa pemanasan tidaklah terjadi,” demikian cuitan Badan Nasional Atmosfer dan Kelautan AS (NOAA).

NOAA melampirkan tautan ke artikel yang memaparkan bahwa badai salju lebat barangkali wajar terjadi karena bumi menghangat, namun bukan karena akibat pemanasan global yang dimaksud oleh Trump.

Anda mungkin telah mendengar bahwa cuaca buruk ini disebabkan sesuatu bernama polar vortex.

Seorang laki-laki berjalan di Danau Chicago yang membeku.

Polar Vortex

Polar vortex adalah spiral udara besar yang membentuk musim dingin dan berhembus di atas kutub utara, di atas lapisan stratosfer.

Polar vortex berbentuk seperti pusaran yang menggenggam udara beku kutub melalui putaran angin.

Terdapat grafik yang mengilustrasikan cara kerja polar vortex di laman New York Times.

Angin dingin dari polar vortex membalut arus angin besar lain yang berada di bawah atmosfer (jet stream) dan mencondongkannya ke arah selatan.

Gumpalan angin itulah yang menghembuskan udara dingin tak kenal ampun ke kawasan AS pekan ini dan ‘angin jahanam dari timur’ yang membekukan Eropa tahun 2018.

Tapi apakah fenomana alam ini disebabkan perubahan iklim?

Ada perdebatan besar di bidang meteorologi apakah polar vortex ini akan menjadi kondisi yang semakin wajar terjadi.

Sejumlah penelitian membenarkan prediksi itu dan beberapa ilmuwan menyebutnya berkaitan dengan perubahan iklim.

Jennifer Francis adalah ilmuwan senior di Woods Hole Research Centre, lembaga yang mengkaji dampak serta solusi perubahan iklim.

Francis menyebut lautan es di Artik yang mencair berhubungan dengan fenomena polar vortex.

Lautan terbuka menyerap lebih banyak panas dibandingkan lautan es dan menimbulkan titik panas, demikian ujarnya di New York Times.

Danau di kawasan Wisconsin lebih terlihat seperti perairan Antartika.

Francis mengatakan, titik panas ini, bersama perubahan di arus angin yang disebabkan perubahan iklim, dapat menyebabkan polar vortex.

Namun isu ini tetaplah kontroversial. Tim Woolings, pakar iklim di Universitas Oxford, tak yakin kita tengah mengalami perubahan signifikan.

Menurutnya, atmosfer adalah sistem yang sangat berisik dan tidak ada satupun bukti meyakinkan bahwa fenomena alam ini akan lebih sering terjadi.

Cuaca Versus Iklim

Hal penting yang perlu ditilik adalah rata-rata temperatur udara jangka panjang. Udara dingin yang kini menyengat tulang di Chicago adalah cuaca, bukan iklim.

Pada prinsipnya, cuaca adalah yang terjadi di luar rumah Anda. Sementara itu, iklim adalah yang terjadi selama bertahun-tahun.

Jadi bisa saja cuaca di tempat Anda tinggal sangat dingin, tapi bumi secara keseluruhan tetap hangat.

Dan tak ada keraguan sama sekali, kata Tim Woolings, bahwa dunia kini terus menghangat. Ketika Chicago membeku, kebakaran hebat terjadi di Australia yang tengah dilanda musim panas.

Api melalap sebagian kawasan Miena, Australia.

Dalam daftar 20 tahun bersuhu paling hangat yang pernah dialami bumi, seluruhnya terjadi selama 22 tahun terakhir. Tahun 2015 hingga 2018 masuk peringkat empat besar, menurut kajian Organisasi Meteorologi Dunia.

Dan jika itu tidak cukup meyakinkan Anda, lihatlah tujuh tabel dalam tautan ini.

Tim Woolings berkata, suhu super dingin ini akan mengganggu warga yang tengah menggigil di kawasan utara dan tengah AS.

Udara yang melanda AS pekan ini setidaknya satu derajat lebih dingin dibandingkan temperatur yang meningkat di kawasan Artik sepanjang musim dingin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*