agen poker online domino poker online
Home » Nasional » Stasiun Luar Angkasa Tiangong-1 Dikabarkan Mengalami Ketidakpastian Untuk Jatuh ke Bumi

Stasiun Luar Angkasa Tiangong-1 Dikabarkan Mengalami Ketidakpastian Untuk Jatuh ke Bumi

Stasiun luar angkasa Tiangong-1 milik China yang dikabarkan mengalami ketidakpastian untuk jatuh ke Bumi terus mengalami perdebatan. Keadaan seperti itu bisa saja terus berlajut sampai wahana seberat 8,5 ton tersebut dapat memasuki pada ketinggian orbit 120 kilometer.

Dikabarkan ketidakpastian tersebut membuat jadwal jatuhnya stasiun luar angkasa itu mengalami keterlambatan. Dicatat oleh Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), penurunan orbitnya turun dari 200 kilometer menjadi 187 kilometer yang bearti fase re-entry atau jarak waktu jatuhnya turun 3 kilometer per harinya.

“Dalam waktu belakangan ini, sering terjadi yang namanya letupan Matahari (flare) yang mengakibatkan menebalnya atmosfer Bumi. Semakin tebal, semakin sulit juga,” kata Rhorom, seorang peneliti di LAPAN.

Walaupun terjadi perdebatan soal waktu jatuhnya yang bergeser dari 1 april bisa menjadi antara 1 april – 3 april, tetapi menurut Rhorom, stasiun tersebut akan tetap berpotensi jatuh pada tanggal 1 april nanti seperti yang sudah di hitung di hari-hari sebelumnya.

“Menurut saya waktu jatuhnya akan tetap sama.”

Menurut informasi terbaru, Tiangong-1 saat di masih berada di ketinggian sekitar 178 kilometer atau sudah turun 9 kilometer dari hari kemarin.

Untuk diketahui bahwa Tiangong-1 saat itu diluncurkan pada tanggal 29 September 2011, stasiun luar angkasa itu diorbitkan pada ketinggian 350 kilometer. Pada saat itu, Tiangong-1 adalah muatan dari Long March 2F yang telah diluncurkan di Jiuquan Satellite Launch Center, China.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*