agen poker online domino poker online
Home » Nasional » Presiden Jokowi Mencabut Remisi Pembunuh Wartawan Radar Bali

Presiden Jokowi Mencabut Remisi Pembunuh Wartawan Radar Bali

Beliberita.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencabut remisi pembunuh wartawan Radar Bali, setelah mendapat masukan dari berbagai pihak.

Sebelumnya, pelaku bernama lengkap I Nyoman Susrama membunuh secara biadab, wartawan Radar Bali, AA Gde Bagus Narendra Prabangsa pada tahun 2009 lalu.

I Nyoman Susrama

Motif pembunuhan terhadap Prabangsa disebabkan karena Susrama tidak terima atas tulisan dugaan korupsi yang menyoal dirinya. Jurnalis senior itu kerap menulis dugaan penyimpangan proyek di Dinas Pendidikan.

Setelah terungkap, ia akhirnya Susrama dihukum seumur hidup. Namun satu dasawarsa lalu, Susrama mendapatkan remisi dari Kemenkum HAM.

Istri Prabangsa, Prihartini pun kaget dengan kabar tersebut, termasuk wartawan seluruh Indonesia. Pengurangan hukuman yang didapat Susrama dari penjara seumur hidup menjadi 20 tahun penjara.

Istri wartawan Radar Bali Prabangsa, AA Sagung Mas Prihatini (kanan)

Merasa mendapat ketidakadilan, Prihartini dan juga para jurnalis pun melakukan protes terhadap keputusan remisi tersebut.

Harapan mereka pun terkabul, setelah Jokowi mencabut remisi pembunuh wartawan tersebut dan diumumkan di sela-sela Hari Pers Nasional di Surabaya, Sabtu (9/2/2019).

Prihartini pun tak kuasa menahan kegembiraannya mendengar remisi pembunuh suaminya dicabut.

“Sangat bersyukur,” kata Prihartini

Ketua DPR RI Memuji Keputusan Jokowi

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) setuju dengan keputusan Jokowi yang mencabut remisi pembunuh wartawan Radar Bali tersebut. Bamsoet menilai apa yang dilakukan Presiden Jokowi sudah tepat.

“Apa yang dilakukan Pak Jokowi sudah tepat,” kata Bamsoet kepada wartawan di restoran Bakoel Koffie, Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (10/2/2019).

Bamsoet menyebut Presiden Jokowi melihat ada perasaan ketidakadilan dari masyarakat. Untuk itu, katanya, Jokowi mencabut remisi tersebut.

“Artinya, ketika masyarakat melihat ada ketidakadilan, kemudian ada kekeliruan, kemudian dia sebagai presiden mengoreksinya. Itu remisi dikeluarkan oleh menteri. Begitu masyarakat berteriak, Pak Jokowi kemudian mengoreksinya dengan mencabut remisi itu,” ungkap Bamsoet.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*