judi poker bola online Agen Poker, BandarQ, Domino QQ, Bandar Sakong Terpercaya
agen poker online domino poker online
agen poker online agen poker online
Home » Nasional » Perbedaan UU Antiterosme Lama Dengan yang Akan Baru di Keluarkan

Perbedaan UU Antiterosme Lama Dengan yang Akan Baru di Keluarkan

Banyak yang mendesak supaya RUU Terorisme segera dikeluarkan, dan DPR juga sedang mempercepat supaya RUU ini dapat segera dikeluarkan dan menjadi undang-undang yang sah.

Menurut Pansus RUU Antiterorisme dalam perubahan UU Antiterorisme lama dan yang baru, disana terdapat tiga hal penting sebagai pembeda. Di antaranya dimana cara penindakan terhadap kehatan terorisme, anggota yang bisa terlibat, dan cara yang tepat untuk menangani masyarakat pasca aksi terorisme.

“Masalah dalam UU yang lama adalah seperti aparat kita tidak bisa melakukan penindakan kepada masyarakat yang dicurigai akan melakukan aksis terorisme. Tunggu sudah kejadian baru aparat bisa melakukan penindakan. Karena itu aparat selama ini tidak bisa melakukan banyak karena mereka tidak mempunyai payung hukum yang kuat untuk menindak sesuatu tanpa terjadi aksi yang sesungguhnya,” ungkap Supriadin Aries Saputra sebagai Wakil Ketua Pansus.

Untuk RUU Antiterorisme yang akan segera kita keluarkan menjadi undang-undang, mulai sekarang aparat bisa melakukan aksi terhadap warga yang dianggap menjadi target sasaran atau sudah terduga terlibat dalam kasus terorisme sebelum mereka melakukan aksi.

“Mulai sekarang aparat kita berhak untuk melakukan penangkapan terhadap orang yang mereka duga termasuk dalam kelompok terorisme yang harus ditangani. Dengan memiliki modal bukti yang cukup seperti laporan pertama, rekaman video, dll, mereka sudah boleh melakukan penangkapan sebagai tindakan pencegahan.”

Poin berikutnya adalah terlibatnya pasukan TNI dalam penanganan kasus terorisme di Indonesia. Namun sebenarnya tentara sudah sering ikut dalam melakukan penindakan kasus seperti terorisme ini.

“Terkait poin ini, TNI sebenarnya sudah sering dimintai bantuan oleh Polri untuk ikut membantu mereka dalam menangani kasus seperti ini. Namun sekarang secara resmi dimintai Presiden supaya TNI sekarang sudah memang termasuk aparat yang bisa menangani kasus ini tanpa dimintai pertolongan.”

Untuk Poin selanjutnya dalam RUU terorisme adalah dimana aparat harus bisa melakukan penanganan kepada masyarakat pasca terjadinya aksi terorisme. Termasuk kepada korban ataupun masyarakat lainnya. Misalnya untuk korban adalah dengan memberikan santunan dan cara-cara lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*