agen poker online domino poker online
Home » viral » Pengangguran Mau Digaji Jokowi? Beginilah Penjelasannya

Pengangguran Mau Digaji Jokowi? Beginilah Penjelasannya

Pengangguran Mau Digaji Jokowi? Beginilah Penjelasannya

Beliberita.com – Capres Petahana Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan dirinya akan menjalankan program kebijakan tiga kartu sakti baru apabila ia terpilih lagi untuk memimpin Indonesia. Salah satunya adalah Kartu Pra-Kerja.

Salah satu keunggulan dari kartu ini adalah lulusan SMK dan setara yang sudah diberi pelatihan, namun yang masih berstatus pengangguran bakal digaji.

Namun rencana kebijakan ini menuai banyak kontroversi, dimana banyak masyarakat yang tidak setuju apabila pengangguran akan digaji.

Menurut anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Hendrawan Supratikno, berpendapat bahwa masyarakat banyak yang salah mengartikan janji dari Petahana.

“Salah paham. Ini program untuk 3 tujuan, memanfaatkan bonus demografi, menjembatani gap antara kebutuhan industrialisasi dengan kompetensi pencari kerja, dan mendayagunakan angkatan kerja berusia muda untuk formasi kebutuhan lapangan kerja masa depan,” terangnya.

Hendrawan menegaskan, konsepsi dari program itu adalah human investment. Dia menilai uang yang akan dibagikan itu bukanlah gaji melainkan kompensasi.

“Bukan gaji melainkan kompensasi untuk mengikuti pelatihan yang ketat dan bermutu, terutama di BLK-BLK yang ada, baik yang dimiliki pemerintah maupun pelaku dunia usaha,” ujarnya.

Dia menambahkan masyarakat yang berhak mendapatkan dana itu hanya para lulusan SMK sederajat yang mengikuti program pelatihan.

“Namanya saja Pra-Kerja, jadi sifat program produktif, bukan konsumtif atau karitatif,” tutupnya.

Menaker Hanif Dhakili juga Memberikan Penjelasan.

Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakii menjelaskan Kartu Pra-Kerja bukan menitikberatkan pada gajinya, tapi pemberian pelatihan kerja demi meningkatkan skill atau keterampilan sesuai kebutuhan dunia industri yang ada saat ini.

“Intinya bahwa pendekatan itu menjawab problem riil dari ketenagakerjaan kita karena memang masalah utama kita ini ada pada skill,” kata Hanif di Komplek Istana, Jakarta, Rabu (6/3/2019).

Melalui program Kartu Pra-Kerja, pemerintah nantinya akan memberikan gaji kepada lulusan SMK dan setingkatnya yang belum memiliki pekerjaan alias menganggur.

Gaji di sini, kata Hanif merupakan insentif dari pemerintah sambil menjalankan pelatihan yang terdapat pada program tersebut.

“Ya kalau bahasa beliau kan honor ya, nanti kita kaji lah. Misalnya konkretnya sepert apa, ada semacam insentifnya, dikiranya kan itu,” ujar Hanif.

Hanif menambahkan akan mengkaji lagi Kartu Pra-Kerja karena harus mengukur kemampuan anggarannya.

“Yang penting Kartu Pra Kerja itu tepat sasaran menyelesaikan masalah, karena problem kita skill,” tutur Hanif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*