judi poker bola online Agen Poker, BandarQ, Domino QQ, Bandar Sakong Terpercaya
agen poker online domino poker online
agen poker online agen poker online
Home » viral » Mencegah dan Meredakan Rasa Sakit di Ulu Hati yang Sering Terjadi Setelah Makan

Mencegah dan Meredakan Rasa Sakit di Ulu Hati yang Sering Terjadi Setelah Makan

Beliberita.com – Pernakah Anda merasakan rasa sakit di ulu hati, setelah anda selesai makan? Artikel kali ini, akan membahas tentang cara meredakan rasa sakit di ulu hati.

Pasti ada pertanyaan di benak Anda mengenai kenapa sih rasa panas atau sakit di ulu hati bisa terjadi setelah makan?

Begini, saat Anda menelan makanan, makanan tersebut akan melewati kerongkongan agar bisa turun ke lambung untuk dicerna.

Gerakan menelan ini menyebabkan otot antara esofagus dan lambung (dikenal sebagai sfingter esofageal terbuka), agar makanan dan cairan dapat masuk ke lambung. Saat tidak menelan, sfingter akan tetap menutup.

Jika sfingter esofageal tidak menutup sempurna setelah Anda menelan, maka cairan isi lambung yang bersifat asam bisa kembali naik ke esofagus. Reaksi ini dinamakan refluks.

Kadang, asam lambung ini mencapai bagian terbawah esofagus, dan menimbulkan sensasi terbakar di ulu hati.

Selain itu, setelah kekenyangan makan banyak atau makan makanan yang super pedas, tak jarang perut jadi diteror oleh sensasi perih terbakar tepat di ulu hati.

Biasanya ini juga disertai dengan rasa asam atau pahit di tenggorokan atau mulut. Sensasi perut panas seperti ini sering kali disebut dengan heartburn.

Lalu bagaimana meredakan rasa panas atau sakit di ulu hati setelah makan?

1. Jangan segera berbaring

Apa yang biasanya Anda lakukan segera setelah makan?

Ya, banyak dari kita yang tunduk oleh rasa kantuk akibat kekenyangan dan akhirnya memilih untuk tiduran setelah makan.

Akan tetapi, Anda sebaiknya menunda dulu keinginan Anda. Langsung berbaring setelah makan dapat memperparah sensasi perut panas.

Jika Anda merasa ngantuk setelah makan, Anda dapat berjalan-jalan singkat atau melakukan berbagai aktivitas ringan selama kurang lebih 30 menit.

Mencuci piring atau berjalan di sekitar kompleks mungkin dapat menjadi pilihan yang baik.

Waktu yang paling baik untuk berbaring adalah dua jam setelah makan, hindari juga mengonsumsi makanan ringan sesaat sebelum tidur.

2. Kenakan pakaian yang longgar

Ikat pinggang atau pakaian lain yang ketat dapat menekan perut, sehingga memperburuk rasa terbakar pada ulu hati. Kendurkan semua pakaian yang ketat setelah makan atau Anda dapat berganti baju, memakai baju yang lebih longgar.

3. Hindari rokok, alkohol, atau kafein

Bagi perokok berat, merokok setelah makan merupakan ritual suci yang tak boleh terlewatkan. Ternyata, merokok setelah makan justru dapat memperparah rasa perut panas.

Ini karena merokok dapat melemahkan kinerja otot pada lambung yang berfungsi mencegah asam lambung naik ke tenggorokan. Kafein dan alkohol juga akan memberi efek yang sama.

Baca juga: 6 Penyebab Sakit Ulu Hati yang Perlu Anda Waspadai

 

4. Tinggikan kepala dan tubuh bagian atas saat berbaring

Meninggikan bagian atas tubuh Anda sebanyak kurang lebih 10-15 cm saat rebahan dapat mencegah refluks asam lambung dan perut panas.

Saat tubuh bagian atas dinaikkan, maka gravitasi akan mencegah isi lambung naik kembali ke esofagus.

Namun, Anda perlu berhati-hati jika mengganjal tubuh Anda dengan tumpukan bantal.

Perhatikan agar tubuh Anda tidak menekuk, karena tubuh yang tertekuk akan meningkatkan tekanan di perut dan justru semakin menambah gejala perut mulas dan sensasi terbakar di ulu hati.

Tidur dengan bantal cekung yang dirancang khusus juga merupakan pilihan lain yang cukup efektif. Kebanyakan bantal yang dijual akan menaikkan kepala, bahu, dan dada Anda sebesar 30-45 derajat, atau 15-20 cm untuk mencegah refluks.

Selain itu, Anda dapat menggunakan bantal ini dengan posisi miring atau tidur telentang tanpa khawatir akan menekan leher atau kepala Anda.

5. Kurangi makan makanan berlemak

Selain mengubah kebiasaan setelah makan, penting juga untuk mengusahakan mengonsumsi makanan rendah lemak, karena lemak dapat memperburuk gejala perut panas dan mulas.

Bagaimana Mencegah Rasa Sakit di Ulu Hati?
  • Makan lebih teratur
    Salah satu penyebab kenaikan asam di lambung yang akan menyebabkan ulu hati terasa sakit adalah pola makan yang tidak teratur. Oleh karena itu, usahakan untuk memiliki jam makan yang sama setiap hari. Selain itu, Anda juga disarankan untuk tidak makan dua jam sebelum tidur karena hal tersebut dapat memicu asam naik ke tenggorokan saat tidur.
  • Hindari ngemil di antara waktu makan
    Kebiasaan satu ini dapat membuat pencernaan kesulitan untuk mencerna makanan yang terlalu banyak. Akibatnya, tubuh membutuhkan waktu yang cukup lama pula untuk mencerna makanan tersebut.
  • Perhatikan porsi makan
    Cara mengatasi sakit di ulu hati lainnya adalah dengan memperhatikan porsi makan. Pasalnya makan dalam porsi besar dapat memicu refluks. Untuk menghindari kelaparan, sebaiknya Anda makan lebih sering namun dalam porsi yang lebih kecil.
  • Mengunyah makanan dengan benar
    Meski terlihat sepele, cara satu ini penting untuk diperhatikan. Pasalnya hal ini dapat dapat membantu enzim pencernaan mengolah dan mencerna makanan dengan lebih mudah sehingga mengurangi risiko asam lambung naik atau memperburuk gejala sakit di ulu hati yang Anda alami.
  • Hindari minum air terlalu banyak saat makan
    Minum terlalu banyak air di tengah waktu makan bisa mencairkan asam di lambung dan membuat makanan yang Anda konsumsi lebih sulit untuk dicerna.
Sensasi panas dan sakit di ulu hati tidak kunjung mereda setelah makan, haruskah khawatir?

Jika Anda tidak merasakan adanya perbaikan, segeralah berkonsultasi dengan dokter.

Sesekali mengalami perut panas dan mulas adalah hal yang wajar.

Namun jika Anda terlalu sering merasa terbakar atau sakit di ulu hati lebih dari dua kali dalam seminggu atau gejala yang Anda alami justru memburuk, segera konsultasi ke dokter.

Dokter dapat membantu Anda dengan memberikan obat yang sesuai dengan kondisi Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*