judi poker bola online Agen Poker, BandarQ, Domino QQ, Bandar Sakong Terpercaya
agen poker online domino poker online
agen poker online agen poker online
Home » Internasional » Lawrence ‘Bali Nine’ Bebas, Ini Jejak Penyeludupan 8.2 Kg Heroin

Lawrence ‘Bali Nine’ Bebas, Ini Jejak Penyeludupan 8.2 Kg Heroin

Beliberita.com, Denpasar – Renae Lawrence bebas siang ini setelah menjalani masa pemindanaan 20 tahun. Ia merupakan satu dari 9 anggota Bali Nine. Bagaimana jejak penyeludupan yang  membuat hubungan bilateral Indonesia-Australia panas dingin itu?

Kasus bermula saat Andrew Chan dan Myuran Sukumaran merencanakan akan membawa heroin dari Indonesia ke Australia pada April 2005. Jumlahnya tidak tanggung-tanggung yaitu 8,2 kg. Dalam aksinya, keduanya merekrut 7 orang yaitu:

1. Si Yi Chen
2. Michael Czugaj
3. Renae Lawrence
4. Tach Duc Thanh Nguyen
5. Matthew Norman
6. Scott Rush
7. Martin Stephens

Operasi cukup rapi, yaitu kesembilan orang itu “Bali Nine”berangkat dari Australia ke Bali secara bergelombang untuk mengelabui petugas yaitu dari tanggal 3 hingga 8 April 2005.

Di Kawasan Kuta, mereka menginap di empat hotel secara terpisah yaitu di Hard Rock Hotel, White Rose Hotel, Hotel Kuta Lagoon dan Hotel Aneka Kuta. Tujuannya sama yaitu untuk mengecoh aparat jika mereka bukanlah satu kelompok gangster.

Sesampainya di Bali, mereka bertindak seolah-olah sebagai turis biasa. Namun siapa sangka, mereka diam-diam menyusun rencananya. Andrew menemui Cherry di Hotel Kuta Sea View pada 15 April 2005. Disebut-sebut Cherry merupakan pelacur Thailand yang menjadi penghubung jaringan internasional. Disebuah kamar hotel, Cherry memberikan koper yang berisi heroin.

Dari manakah heroin itu? Hanya Cherry yang tahu.

Setelah koper berpindah tangan, Bali Nine lalu menyusun rencana pulang ke Australia. Paket-paket heroin itu dililitkan ke tubuh mereka dengan plester bening. Amdrew dan Myuran lah yang melilitkan paket itu kepada tujuh anggotanya itu. Mereka lalu ke bandara dengan bergelombang seakan-akan tidak saling kenal satu sama lain.

Tapi aparat yang mencium pergerakan mereka menguntit Andrew dan menangkapnya di Gate 7 Bandara I Gusti Ngurah Rai. Dari penangkapan ini, aparat membongkar jaringan tersebut hingga membuat geger dunia internasional.

Pengadilan Jatuhi Hukuman Untuk Bali Nine dari Penjara Seumur Hidup Sampai Hukuman Mati

Kesembilannya diseret ke pengadilan untuk mempertanggungjawabkan apa yang telah mereka lakukan dan diberi hukuman dari 20 tahun penjara hingga hukuman mati.

Hukuman mati itu dijatuhkan kepada Andrew dan Myuran, baik di tingkat pertama, banding, kasasi atau peninjauan kembali (PK). Setelah satu dasawarsa berlalu, Jaksa Agung HM Prasetyo mengeksekusi keduanya 2015.

Adapun Lawrence awalnya dihukum penjara seumur hidup. Tapi hukumannya dikurangi Mahkamah Agung (MA) menjadi 20 tahun penjara. Setelah menjalani masa pemidanaan, ia akan bebas siang ini.

“Paling lambat tengah hari. Tapi itu pun sudah cepat. Sekitar pukul 10:00. Itu waktu paling cepat kami akan menjemput dia,” kata Kepala Divisi Keimigrasian Kanwil Hukum dan HAM Bali Agato Simamora .

Lalu di mana jejak Cherry? Usai Andrew Chan ditangkap, jejak Cherry langsung tidak terlacak. Andrew yang bertemu Cherry juga mengaku tidak mengetahui banyak siapa Cherry. Data tentang Cherry sangat minim. Seluruh polisi dunia telah mencarinya tetapi ia hilang bak ditelan bumi hingga kini.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*