agen poker online domino poker online
Home » Nasional » Kronologi Pembunuhan dan Pemerkosaan Calon Pendeta

Kronologi Pembunuhan dan Pemerkosaan Calon Pendeta

Beliberita.com, Palembang – Seorang Calon Pendeta dibunuh dan diperkosa secara keji oleh dua pelaku. Perempuan ini ditemukan tewas dalam kondisi setengah telanjang di perkebunan kelapa sawit di daerah Ogan Komering Ilir (OKI).

Pelaku diketahui bernama Nang (20) dan Hendri (18) berhasil ditangkap oleh tim gabungan Subdit Jatanras dan Reskrim Polres Ogan Komering Ilir. Bukannya menyerah, pelaku malah sempat berusaha kabur dan melawan polisi. Polisi kemudian menembakkan timah panas ke kaki para pelaku.

Pelaku Nang (20) dan Hendri (18)

Saat dimintai keterangan, pelaku mengaku menyimpan dendam sejak lama karena sering dijelek-jelekkan oleh korban.

Disisi lain, pelaku Nang mengaku juga menaruh hati kepada korban dan merencanakan pemerkosaan dengan mengajak pelaku Hendri.

Kronologis Kejadian Pembunuhan dan Pemerkosaan Calon Pendeta

Korban sebelumnya pergi bersama seorang bocah berusia 9 tahun ke Pasar Jati untuk belanja sayur. Mereka berangkat menggunakan sepeda motor Pukul 16.00 WIB, melintasi perkebunan kelapa sawit.

Sekitar Pukul 17.00 WIB, keduanya pun pulang dan melewati jalur yang sama. Setiba di areal perkebunan sawit yang sepi, mereka dihadang pakai kayu balok. Keduanya pun berhenti di tengah jalan.

Selanjutnya, kedua pelaku keluar dari kebun sawit dan menghampiri korban. Kedua pelaku itu memakai penutup wajah dan langsung memaksa korban bersama sang bocah masuk ke kebun.

Sang bocah dipukul hingga pingsan dan dibuang di lokasi yang tidak jauh dari lokasi penghadangan. Sedangkan korban dibawa dalam kondisi tangan terikat ke area semak-semak yang berjarak 100 meter dari lokasi awal bocah dibuang.

Saat dibuka busananya, sang calon pendeta masih berusaha untuk memberontak dan sempat menarik penutup wajah pelaku Hendri.

Panik saat penutup wajahnya tersingkap, pelaku langsung menahan leher si korban hingga akhirnya korban tewas karena tidak bisa bernafas.

Mayat Korban Berhasil Ditemukan Warga

Pukul 22.00 WIB bocah berusia 9 tahun itu sadar. Dia pun melepaskan tali yang mengikat dua tangannya dalam kondisi gelap gulita.

Sang bocah lalu berlari ke rumah melewati perkebunan sambil terus menangis. Jarak dari lokasi ke rumahnya diperkirakan sekitar 1 KM lebih dan tidak ada permukiman warga.

“Sekitar pukul 22.00 WIB, anak ini sampe rumah. Dia bilang ‘Tante diculik di kebun’ sama orang tuanya dan bilang sempat di ikat juga dia,” kata salah seorang warga, Arisman Manao.

Mendengar keterangan korban selamat, warga langsung melakukan pencarian di lokasi yang ditunjuk. Semua lokasi yang ada di perkebunan ditelusuri satu-persatu oleh warga.

Sekitar Pukul 04.30 WIB, calon pendeta itu akhirnya ditemukan. Saat ditemukan kondisinya telah meninggal dunia dan setengah telanjang di semak belukar PT PSM, Sungai Baung.

“Diduga kuat korban diperkosa sebelum ditemukan meninggal karena ditemukan dalam keadaan tidak pakai celana,” kata Kapolres OKI, AKBP Donni Eka Syaputra.

Polisi kini telah melakukan olah TKP dan visum terhadap korban. Polisi menyebut pelaku ada dua orang yang diduga orang dekat dan tengah diburu tim Satreskrim Polres OKI.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*