judi poker bola online Agen Poker, BandarQ, Domino QQ, Bandar Sakong Terpercaya
agen poker online domino poker online
agen poker online agen poker online
Home » Nasional » KPK panggil 5 Orang Saksi untuk Kasus Setya Novanto

KPK panggil 5 Orang Saksi untuk Kasus Setya Novanto

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih terus memeriksa saksi-saksi  yang terkait kasus dugaan korupsi mega proyek e-KTP, khususnya untuk tersangka Setya Novanto.

Pada Senin (28/8/2017), KPK sedang memanggil lima orang saksi untuk kasus Novanto, salah satunya dari saksi itu adalah, yakni Mantan Deputi Bidang Administrasi Sekretariat Wakil Presiden RI, yaitu Iman Bastari.

Iman, yang juga pernah menjabat sebagai mantan Deputi Pengawasan Bidang Penyelenggaraan Keuangan Daerah Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan itu sedang diperiksa KPK dalam kapasitasnya sebagai saksi di kasus yang melibatkan Setya Novanto.

“Imam Bastari akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka SN,” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, saat dikonfirmasi pada hari Senin (28/8/2017).

Pada bulan Januari dan Mei 2017, Iman sudah pernah dipanggil dan diperiksa oleh KPK. Saat itu dia juga dimintai keterangannya oleh KPK sebagai saksi terkait kasus e-KTP.

Selain Iman, ada empat orang saksi lain yang turut dipanggil KPK, yakni Sandra yang merupakan Komisaris PT Puncak Mas Auto dan PT Adikarisma Utama Raya, kemudian Komisaris PT Softorb Technology Indonesia yakni Mudji Rachmat Kurniawan, PNS Kemendagri yaitu Raziras Rahmadilah, dan seorang dari pihak swasta bernama Berman Jandry S Hutasoit.

Sampai saat ini KPK sudah memeriksa lebih dari 80 orang saksi untuk kasus  Setya Novanto. Para saksi-saksi tersebut berasal dari pihak swasta dan pejabat pemerintahan.

KPK saat ini fokus untuk mengejar total kerugian negara dari mega kasus ini agar bisa dikembalikan.

Setya Novanto telah ditetapkan oleh KPK sebagai tersangka karena diduga terlibat dalam korupsi mega proyek pengadaan e-KTP pada saat masih menjabat sebagai Ketua Fraksi Partai Golkar di DPR.

Dia diduga menguntungkan diri sendiri dan pihak lain. Selain itu, Novanto juga diduga menyalahgunakan wewenangnya dan jabatan. Ia telah diduga ikut mengakibatkan kerugian Negara sebesar Rp 2,3 triliun dari jumlah total nilai proyek sebesar Rp 5,9 triliun.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*