agen poker online domino poker online
Home » Internasional » Keluar Dari ICW, Jepang Kembali Berburu Paus

Keluar Dari ICW, Jepang Kembali Berburu Paus

Beliberita.com, – Jepang memutuskan keluar dari Komisi Internasional Ikan Paus (IWC) pada 2019.  Sikap tersebut diambil agar Jepang kembali berburu paus dan menjual dagingnya secara komersial.

Pemerintah Jepang menyebut akan kembali berburu mamalia terbesar itu di perairan dan wilayah zona ekonomi ekslusifnya mulai Juli mendatang. Mereka mengklaim populasi paus belum terancam sehingga aman untuk diburu.

“Berdasarkan sejarah, selain menjadikan dagingnya sebagai sumber protein, Jepang telah memanfaatkan paus untuk tujuan lain,” bunyi pernyataan pemerintah Jepang pada Rabu (26/12).

“Perburuan paus telah melekat dan mendukung komunitas lokal dan membantu mengembangkan kehidupan dan budaya,” lanjut pernyataan itu.

Jepang Sudah Sejak Lama Berburu Ikan Paus

Menurut Asosiasi Penangkapan Ikan Paus Jepang, nelayan di negara tersebut diyakini telah berburu ikan paus sejak abad ke-12 silam dengan hanya bermodal tombak.

Sekitar awal 1600-an, perburuan paus di Jepang bahkan sudah terpusat di bagian barat Kota Taiji, yang sekarang dikenal sebagai pelabuhan untuk berburu lumba-lumba.

Pada 1906, Jepang juga membangun pangkalan perburuan paus modern di Ayukawa, Miyagi. Pangkalan tersebut sempat hancur akibat tsunami yang menerjang Jepang pada 2011 lalu.

Kontroversi Jepang Dalam Keputusannya Untuk Keluar Dari ICW.

Jepang mulai bergabung dengan IWC pada 1951 silam. Saat itu, Jepang merupakan negara pemburu Paus terbesar. Mereka bahkan mulai melakukan perburuan paus di luar wilayahnya hingga ke Samudra Antartika.

IWC juga telah melarang perburuan paus untuk kebutuhan komersial pada 1986 silam. Namun, Jepang lolos dari aturan tersebut dan tetap melakukan perburuan paus dengan alasan untuk kebutuhan penelitian.

Empat tahun lalu, Mahkamah Internasional (ICJ) memerintahkan Jepang menyetop perburuan paus secara menyeluruh, menyusul protes dan kecaman yang datang dari berbagai organisasi pemerhati lingkungan dan satwa.

Keputusan Jepang menarik diri dari ICW kemarin memicu kemarahan dari kelompok konservasi satwa.

“Deklarasi tersebut tidak sesuai dengan komunitas internasional, karena mengabaikan langkah yang diperlukan untuk melindungi masa depan lingkungan terutama kehidupan makhluk-makhluk agung ini,” ucap Direktur Eksekutif Greenpeace Jepang, Sam Annesley.

“Pemerintah Jepang harus segera melakukan konservasi ekosistem lautan ketimbang terus berburu paus untuk kebutuhan komersil,” tambah Annesley.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*