agen poker online domino poker online
Home » viral » Kamu Kesulitan Mengatur Keuangan? Cobalah Bedakan Kebutuhan dengan Keinginan.

Kamu Kesulitan Mengatur Keuangan? Cobalah Bedakan Kebutuhan dengan Keinginan.

Beliberita.com – Kesulitan untuk mengatur pengeluaran, sering kali terjadi akibat sulitnya membedakan kebutuhan dengan keinginan.

Oke-oke saja sih jika kita memiliki keinginan untuk membeli sesuatu.

Keinginan itu bisa menjadi semangat agar kamu bekerja keras dalam mencari penghasilan.

Namun, seringkali orang tidak bisa membedakan antara kebutuhan dan keinginan, yang pada akhirnya membuat kehidupan dipenuhi oleh utang.

Cobalah ikuti saran berikut ini:

1. Pahami apa itu kebutuhan dan apa itu keinginan.

Pada dasarnya ‘needs‘ alias kebutuhan adalah hal yang harus dipenuhi agar kehidupan dapat berjalan.

Sedangkan, ‘wants‘ alias keinginan adalah hal yang ingin dilakukan, tetapi jika tidak dipenuhi kehidupan tetap dapat berjalan.

Contoh sederhana adalah kita butuh makan, tetapi mau makan soto ayam di warung atau steak di restoran mewah, itu merupakan keinginan.

2. Prioritaskan kebutuhan di atas keinginan.

Buatlah daftar list kebutuhanmu, prioritaskan terlebih dahulu kebutuhan tersebut di atas keinginan.

Misalnya, membayar tagihan listrik dan air, membayar uang cicilan kendaraan, menyisihkan dana darurat, barulah sisanya dapat digunakan untuk memenuhi berbagai keinginan.

Baca juga: Hai Millennial! Ini loh Cara Mengatur Keuanganmu..

 

Jika keinginan membutuhkan dana yang besar (traveling luar negeri, tas atau dompet branded), maka ada tiga cara untuk mencapainya.

Pertama, menyicil secara berkala sebagian dari penghasilanmu.

Kedua, mencari penghasilan tambahan, bisa jadi gurus les, fotografer atau pekerjaan sampingan lainnya.

Ketiga, dengan menunggu datangnya penghasilan non-rutin seperti bonus atau hadiah.

3. Bedakan rekening untuk kebutuhan dan keinginan

Cara termudah agar kebutuhan hidup tetap dapat terpenuhi tanpa berutang adalah dengan menggunakan bantuan pemisahan rekening tabungan untuk 3 keperluan di rumah tangga.

Disarankan untuk membaginya dengan konsep Living (kebutuhan), Saving (cadangan dan investasi), serta Playing (keinginan).

Tentu saja pembagiannya harus lebih besar di pos Living dibandingkan pos Playing.

Bagilah penghasilanmu menjadi 50% untuk Living, 30% untuk Saving, dan 20% untuk Playing. Pembayaran cicilan rumah, menjadi bagian dari pos Saving, karena pada akhirnya rumah tinggal kamu akan menjadi aset.

4. Batasi akses kepada godaan keinginan

Kemudahan akses media sosial memang berkemungkinan menyebabkan kita untuk cenderung menjadi lebih konsumtif. Coba batasi following akun-akun toko online.

Sebisa mungkin tahan lah keinginan untuk membelanjakan hal yang sebenarnya cuma keinginanmu saja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*