agen poker online domino poker online
Home » Nasional » Begal Payudara Beraksi lagi, 3 Perempuan di Mojokerto Jadi Korban

Begal Payudara Beraksi lagi, 3 Perempuan di Mojokerto Jadi Korban

Beliberita.com, Mojokerto – Setelah kasus begal payudara beraksi di Jombang, kini merambat ke Mojokerto. Sejauh ini, telah ada 3 perempuan yang mengaku menjadi korban. Bahkan pelaku tak segan beraksi di jalan ramai.

Seorang gadis asal Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto menjadi korban begal payudara. Gadis berhijab berusia 21 tahun itu dalam perjalanan ke rumah kerabatnya di Kota Mojokerto untuk bertakziah, Rabu (20/3). Meski kondisi sedang hujan, dia nekat seorang diri mengendarai motor.

Sampai di Bypass Mojokerto, Desa Jampirogo, Kecamatan Sooko sekitar pukul 17.30 WIB, perempuan yang berprofesi sebagai guru ini dipepet seorang pria tak dikenal. Padahal, saat itu dia sudah memakai hijab yang dilapisi jas hujan. Selain itu, kondisi jalan sedang ramai karena jalur nasional.

“Laki-laki itu memegang payudara saya sebelah kanan, lalu kabur,” kata korban kepada wartawan di rumahnya, Jumat (22/3/2019).

Pelaku Berhasil Dikejar

Tak terima dilecehkan, korban bahkan nekat mengejar pelaku. Upaya pengejaran tersebut pun berhasil. Sambil masih mengendarai motornya, dia memarahi pelaku yang telah berbuat tak senonoh kepadanya. Bahkan, dia berusaha menendang pelaku, tapi tak berhasil.

“Pelakunya masuk gang di wilayah Daleman (Kecamatan Sooko). Dia hanya menatap saya saat saya marahi,” ungkapnya.

Korban menuturkan, pelaku berkulit gelap memakai sarung dan peci. Dia sempat mengingat ciri-ciri sepeda motornya, yaitu Honda Supra X nopol S 2011 Q.

“Setelah kejadian itu, saya langsung menangis dan trauma. Saya ingin agar para perempuan di luar semakin berhati-hati agar tak jadi korban selanjutnya,” ujarnya.

Korban ke dua adalah gadis berusia 20 tahun asal Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto. Dia menuturkan, pelecehan seksual itu dia alami di Jalan Raya Desa Pohjejer, Kecamatan Gondang pada 25 November 2018.

Saat kejadian, korban seorang diri dalam perjalanan ke tempat kerjanya dengan mengendarai motor. Dia dibuntuti seorang pria berambut panjang mengendarai motor Suzuki Satria F warna biru.

Sampai di jembatan Pohjejer sekitar pukul 15.00 WIB, pria itu mendekati korban untuk menjambret kalung emas miliknya. Lantaran korban berteriak jambret, pelaku pun kabur. Namun sebelum kabur, pelaku sempat meremas payudaranya.

“Saya syok dan menangis, lalu ada warga yang menolong saya dan langsung mengantarkan saya ke tempat kerja,” jelasnya.

Korban Perempuan Lainnya

Sementara korban ke tiga adalah gadis asal Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto. Sayangnya, korban enggan menceritakan pelecehan seksual yang dia alami secara langsung kepada wartawan karena takut. Dia meminta kisahnya disampaikan oleh temannya, yaitu korban asal Kecamatan Gondang.

Gadis berusia 19 tahun ini menjadi korban begal payudara saat melintas di Jalan Desa Ketengan, Kecamatan Dlanggu, Minggu (17/3) sekitar pukul 06.00 WIB. Saat itu korban dalam perjalanan pulang dari tempat kerjanya.

“Temanku itu juga sama, dibuntuti oleh pelaku, lalu diremas payudaranya,” tandasnya.

Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP Muhammad Solikhin Fery menjelaskan, pihaknya akan menyelidiki kasus begal payudara yang dialami ketiga perempuan tersebut. Pihaknya berharap para korban bersedia melapor ke polisi.

“Kami berharap korban melapor ke kami. Sementara ini kami lakukan penyelidikan sambil patroli ke daerah-daerah rawan kejahatan,” tegasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*